Latar Belakang: Kista laring adalah suatu kantong yang terbentuk secara abnormal yang berisi cairan dan bertumbuh dari seluruh lokasi mukosa laring. Meskipun tergolong jinak, kista laring dapat menjadi berbahaya karena berpotensi menyebabkan sesak napas, stridor, hingga obstruksi jalan napas. Penegakkan diagnosis kista laring menggunakan prinsip modalitas visualisasi pada bagian laring. Tatalaksana umumnya berupa tindakan operatif yaitu eksisi kista. Ini merupakan kondisi langka dengan prevalensi yang rendah sehingga menjadi kesulitan tersendiri bagi praktisi kesehatan untuk mengevaluasi serta memberi tatalaksana secara cepat. Tujuan: Memahami mengenai aspek klinis kista laring beserta tatalaksananya. Laporan kasus: Pasien laki-laki berusia 35 tahun dengan keluhan utama suara parau yang diamati sejak satu setengah tahun yang lalu. Awalnya bersifat hilang timbul, namun menetap dalam 1 tahun terakhir dan bertambah berat sejak 2 bulan yang lalu. Dilakukan pemeriksaan FOL dengan hasil ditemukan massa putih licin pada 1/3 anterior vocal cord kanan, mengesankan kista. Pasien didiagnosa dengan tumor jinak laring dengan kecurigaan kista corda vocalis. Dilakukan ekstirpasi kista corda vokalis kanan dan pemeriksaan histoPA dengan Kesimpulan kista laring. Kesimpulan: Diagnosis kista laring pada pasien dewasa dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang di bidang THT-KL, terutama melalui analisis histopatologis dengan penemuan barisan epitel kistik. Tindakan invasif merupakan tatalaksana dari kista laring, mulai dari aspirasi jarum, marsupialisasi, hingga pembedahan.
Copyrights © 2024