Latar Belakang: Tonsilektomi dapat dilakukan dengan berbagai teknik, termasuk diseksi dingin, diseksi panas, dan coblation. Perbedaan luaran dan efek samping antar metode masih menjadi perdebatan. Tujuan: Membandingkan luaran primer (perdarahan intraoperatif, reactionary hemorrhage, secondary hemorrhage, nyeri pasca operasi) dan luaran sekunder (durasi operasi, waktu pemulihan) antara teknik tonsilektomi coblation dengan diseksi dingin dan panas. Metode: Systematic review studi kohort yang mencari literatur pada PubMed, Cochrane, Science Direct, dan Google Scholar dengan kata kunci terkait tonsilektomi coblation, diseksi dingin, dan diseksi panas. Inklusi: studi kohort prospektif tahun 2016–2025, populasi anak dan dewasa, membandingkan coblation dengan diseksi dingin/panas. Hasil: Dari 1064 publikasi, 13 studi masuk analisis. Coblation umumnya menunjukkan perdarahan dan nyeri pasca operasi lebih sedikit, durasi operasi lebih singkat, serta waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan diseksi dingin/panas. Kesimpulan: Coblation memiliki keunggulan dibandingkan diseksi dingin dan panas dalam hal perdarahan, nyeri pasca operasi, dan efisiensi operasi, dengan waktu pemulihan yang sebanding.
Copyrights © 2025