Artikel ini menemukan bahwa fenomena Hubungan Tanpa Status atau disebut sebagai “HTS” dewasa ini telah mencerminkan krisis relasional di tengah generasi remaja dan pemuda Kristen pada masa kini. Fenomena ini ditandai oleh hubungan yang tidak memiliki komitmen dan bahkan menghindarinya. Ia juga memiliki tanggung jawab yang bersifat ambigu dan mereduksi relasi manusia menjadi sekadar gratifikasi emosional secara temporer. Hubungan seperti ini secara langsung bertentangan dengan prinsip komitmen dalam hubungan manusia (bnd. Kej. 2:24 & 1 Kor. 13:4-7). Melalui studi literatur dengan pendekatan teologis-etis, artikel ini menyelidiki peran yang dimiliki dan dijalankan oleh PAK (Pendidikan Agama Kristen) dalam merespon fenomena tersebut sebagai suatu krisis relasional yang relevan dalam konteks generasi muda Kristen pada masa kini. Artikel ini menemukan bahwa PAK merespon HTS di tengah generasi muda Kristen sebagai krisis relasional dengan cara membangun fondasi teologis-etis untuk mencegahnya.
Copyrights © 2025