Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bentuk resistensi dan strategi bertahan serta bentuknegosiasi seorang individu dalam menghadapi persoalan identitas sebagai dampak dari revolusi Islamdi Iran dan kemelut perang yang tercermin dalam novel grafis berbahasa Prancis Persepolis karyaMarjane Satrapi. Kajian dilakukan dengan menggunakan teori identitas dan agensi Giddens untukmengungkapkan agen-agen yang berpengaruh dalam konstruksi identitas seorang individu dan dalambertindak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persepolis merupakan karya novel grafis yangmengungkapkan pandangan kritis terhadap perubahan masyarakat Iran dan berkorelasi dengan sejarahrevolusi Iran serta perang Iran-Irak, (2) Persepolis merepresentasikan bentuk resistensi dan strategibertahan masyarakat Iran pada masa revolusi terjadi dan pada saat perang berkecamuk. Identitas padamasa tersebut merupakan simbol perlawanan dari individu yang terdominasi oleh tradisi, agama,perubahan radikal dalam masyarakat, nilai-nilai Barat, dan rezim pemerintah. (3) representasi identitasindividu yang mewakili budaya timur akan bernegosiasi dengan budaya barat sebagai budaya asingyang ditemuinya. Identitas tersebut akan selalu berproses dan dapat berubah terkait konteks sosial dankultural. Negosiasi individu dalam hal ini berkaitan dengan memori yang ingin ‘melupakan’ untukmemulai hidup baru namun juga ‘mengingat’ yang berkaitan dengan konteks historisnya.
Copyrights © 2016