Artikel ini membahas konsep kurikulum cinta dari sudut pandang ilmu filsafat yang mencakup tiga aspek utama, yaitu ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Dari segi ontologis, sumber cinta, tanda cinta, tali cinta dianggap sebagai sifat mendasar dari hubungan yang mengikat manusia dengan orang lain, alam, serta Tuhan, baik secara fisik maupun spiritual. Sumber cinta dipahami sebagai anugerah Ilahi yang menjadi dasar fitrah manusia untuk mengasihi dan dikasihi, baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, maupun alam semesta. Tanda cinta ditunjukkan melalui sikap, perasaan, serta perbuatan nyata yang mencerminkan kasih sayang, kepedulian, dan pengorbanan. Dari segi epistemologis, tali cinta bisa dipahami melalui pengalaman pribadi, interaksi dengan sesama, serta pengetahuan yang berasal dari wahyu dan pemikiran manusia, sehingga bukan hanya bersifat perasaan, tetapi juga berpikir secara rasional. Dari segi aksiologi, tali cinta berperan sebagai nilai yang memberi pedoman bagi kehidupan manusia agar terus memperhatikan kebaikan, kasih sayang, dan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, pembahasan ini menunjukkan bahwa tali cinta bukan hanya perasaan pribadi, melainkan konsep yang memiliki makna dalam membentuk sikap etis, moral, dan tanggung jawab sosial manusia.
Copyrights © 2025