Latar Belakang : Kepemimpinan dalam lembaga pemasyarakatan memiliki pengaruh strategis terhadap keberhasilan reintegrasi sosial narapidana. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap efektivitas proses reintegrasi narapidana pasca pemidanaan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur, analisis dokumen kebijakan, dan observasi terbatas di beberapa lembaga pemasyarakatan. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan partisipatif berperan positif dalam menciptakan iklim pembinaan yang kondusif, meningkatkan motivasi warga binaan, serta mendorong kesiapan mereka untuk kembali ke masyarakat. Sebaliknya, gaya kepemimpinan otoriter cenderung menghambat proses internalisasi nilai pembinaan dan memperkuat relasi kekuasaan yang tidak mendukung perubahan perilaku. Kesimpulan : Temuan ini menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan reintegrasi, dan oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kepemimpinan berbasis nilai humanistik dan komunikasi efektif bagi pejabat pemasyarakatan. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup perlunya reformulasi strategi pembinaan berbasis kepemimpinan kolaboratif untuk mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025