Latar Belakang : Kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memegang peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung proses pembinaan warga binaan. Pemimpin Lapas tidak hanya bertanggung jawab menjaga keamanan, tetapi juga memfasilitasi perubahan perilaku dan pemberdayaan warga binaan menuju reintegrasi sosial. Tujuan : Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kepemimpinan yang efektif di Lapas, gaya kepemimpinan yang sesuai, tantangan yang dihadapi, serta strategi implementasi di lapangan. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis-sosiologis dengan metode studi pustaka. Hasil dan Pembahasan : Hasil kajian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional dan situasional paling efektif dalam mengelola dinamika Lapas yang kompleks. Kepemimpinan yang berorientasi pada pembinaan, komunikasi terbuka, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan reformasi pemasyarakatan di Indonesia. Kesimpulan : Kepemimpinan yang efektif ditandai dengan kemampuan untuk menginspirasi, berkomunikasi dengan baik, serta menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada.
Copyrights © 2025