Latar Belakang : Pendekatan KPI konvensional sering menerapkan metrik yang seragam dan gagal menangkap potensi unik serta preferensi kerja individu, sehingga berisiko menimbulkan demotivasi dan penilaian yang tidak akurat. Penelitian ini mengajukan pergeseran paradigma, menghubungkan pengukuran kinerja secara langsung dengan predisposisi genetik melalui konsep STIFIn, yang mempostulatkan bahwa potensi bawaan individu berakar pada "Mesin Kecerdasan" (MK) dominan yang bersifat permanen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja konseptual baru bagi penetapan Key Performance Indicator (KPI) di institusi pendidikan, yang diintegrasikan dengan tipologi kepribadian genetik STIFIn. Metode : Dengan mengadopsi desain kualitatif-deskriptif analitis, studi ini mensintesis teori STIFIn dan prinsip manajemen SDM untuk mengeksplorasi integrasi lima Mesin Kecerdasan (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting) dengan tuntutan pekerjaan. Hasil dan Pembahasan : Temuan utama mengungkap adanya divergensi signifikan antara deskripsi pekerjaan yang ada dengan preferensi kognitif bawaan staf. Melalui perumusan "Peran Fungsional yang Dioptimalkan", penelitian ini berhasil merancang model KPI yang terpersonalisasi. Model ini secara fundamental mengubah fungsi KPI dari sekadar alat ukur yang kaku menjadi instrumen pengembangan yang memberdayakan, dengan menyelaraskan target kinerja secara langsung dengan kekuatan kognitif alami individu. Kesimpulan : Penerapan model KPI berbasis STIFIn terbukti strategis untuk secara signifikan meningkatkan keterlibatan kerja dan motivasi intrinsik, membangun fondasi bagi pengembangan SDM sekolah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025