Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DARI KEPEMIMPINAN HINGGA BUDAYA PELAYANAN: MEMBANGUN MODEL PELAYANAN ISLAMI DI SEKOLAH ISLAM TERPADU DAN PESANTREN Jumadi Subur; Irmayanti; Eva Zamzamiyatul Musyarofah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to formulate a comprehensive and holistic Islamic service model for implementation in Integrated Islamic Schools and Islamic Boarding Schools (Pesantren), as a solution to the challenges of service practices that tend to be transactional and lacking a spiritual dimension. The proposed model coherently synthesizes Greenleaf and Spears' theoretical framework of servant leadership with Fry's spiritual leadership and fundamental Islamic principles. This approach uniquely integrates the observed external dimensions of service behavior with the internal spiritual motivational foundation that drives it. Using a qualitative research methodology with a process of theme identification, categorical coding, and conceptual synthesis, this research produces a dualistic model. The philosophical core of this model is "Service as Worship." This core animates two main, hierarchically interconnected dimensions: "Guard the Heart" as the foundation of internal motivation, consisting of Purpose, Passion, and Performance; and "Touch the Heart" as the manifestation of external behavior, encompassing Best Word, Best Look, and Best Role. The analysis shows that the "Guard the Heart" dimension serves as a causal foundation, ensuring that the quality of external service ("Touch the Heart") is a sincere expression of spiritual intentions based on sincerity and ihsan. This model offers a robust and spiritually authentic operational guide for building a culture of excellent service rooted in Islamic values.
DARI GENETIK KE KINERJA: IMPLEMENTASI KONSEP STIFIN DALAM PEMETAAN DAN PENGUKURAN KEY PERFORMANCE INDICATOR SDM SEKOLAH Jumadi Subur; Solver Reza Milady
Journal Central Publisher Vol 3 No 6 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i6.640

Abstract

Latar Belakang : Pendekatan KPI konvensional sering menerapkan metrik yang seragam dan gagal menangkap potensi unik serta preferensi kerja individu, sehingga berisiko menimbulkan demotivasi dan penilaian yang tidak akurat. Penelitian ini mengajukan pergeseran paradigma, menghubungkan pengukuran kinerja secara langsung dengan predisposisi genetik melalui konsep STIFIn, yang mempostulatkan bahwa potensi bawaan individu berakar pada "Mesin Kecerdasan" (MK) dominan yang bersifat permanen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka kerja konseptual baru bagi penetapan Key Performance Indicator (KPI) di institusi pendidikan, yang diintegrasikan dengan tipologi kepribadian genetik STIFIn. Metode : Dengan mengadopsi desain kualitatif-deskriptif analitis, studi ini mensintesis teori STIFIn dan prinsip manajemen SDM untuk mengeksplorasi integrasi lima Mesin Kecerdasan (Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting) dengan tuntutan pekerjaan. Hasil dan Pembahasan : Temuan utama mengungkap adanya divergensi signifikan antara deskripsi pekerjaan yang ada dengan preferensi kognitif bawaan staf. Melalui perumusan "Peran Fungsional yang Dioptimalkan", penelitian ini berhasil merancang model KPI yang terpersonalisasi. Model ini secara fundamental mengubah fungsi KPI dari sekadar alat ukur yang kaku menjadi instrumen pengembangan yang memberdayakan, dengan menyelaraskan target kinerja secara langsung dengan kekuatan kognitif alami individu. Kesimpulan : Penerapan model KPI berbasis STIFIn terbukti strategis untuk secara signifikan meningkatkan keterlibatan kerja dan motivasi intrinsik, membangun fondasi bagi pengembangan SDM sekolah yang berkelanjutan.
SDM FOR UKM: ATTRACT–DEVELOP–RETAIN MODEL SEBAGAI PRAKTIK PENGELOLAAN SDM EFEKTIF UNTUK PENINGKATAN KINERJA DAN INOVASI UMKM DI INDONESIA Jumadi Subur
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi model Attract-Develop-Retain (ADR) sebagai praktik pengelolaan SDM pada UMKM di Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan inovasi. Sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia, UMKM sering menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Minimnya perencanaan, rekrutmen informal, serta kurangnya pelatihan dan retensi karyawan menyebabkan masalah dalam hal kinerja dan inovasi. Penelitian ini mengusulkan model SDM for UKM: Attract–Develop–Retain sebagai pendekatan sederhana dan aplikatif dalam pengelolaan SDM. Attract mencakup strategi perencanaan dan rekrutmen berbasis kebutuhan usaha; Develop menekankan pelatihan praktis, penempatan, serta pengembangan keterampilan; sedangkan Retain berfokus pada motivasi, sistem penghargaan, dan retensi karyawan. Melalui pendekatan kualitatif studi multisitus, penelitian ini menemukan bahwa UMKM mengandalkan strategi penarikan non-finansial berbasis proposisi nilai unik. Fase pengembangan didominasi metode informal seperti bimbingan langsung, sementara retensi bergantung pada lingkungan kerja positif dan peran sentral pemilik. Analisis lintas kasus menunjukkan sinergi holistik antar fase ADR secara signifikan meningkatkan kinerja dan inovasi, namun implementasinya menghadapi tantangan dalam hal konsistensi dan skalabilitas. Model ini dapat menjadi kerangka praktis bagi UMKM untuk mengelola SDM secara efektif tanpa memerlukan sistem HR yang kompleks. Implikasi penelitian menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan lembaga pendidikan tinggi untuk memperluas adopsi model ini dalam program pendampingan UMKM di Indonesia.
HR FOR NGO: MODEL MANAJEMEN SDM DI LEMBAGA NON-PROFIT DENGAN KERANGKA MISSION-DRIVEN, UNIQUE, & IMPACTFUL Jumadi Subur
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memperkenalkan dan menganalisis secara mendalam model ‘Mission-Driven, Unique, & Impactful’ sebagai kerangka kerja strategis Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang dirancang khusus untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Model korporat konvensional terbukti tidak relevan dalam menghadapi tantangan khas sektor nirlaba, seperti keterbatasan anggaran, ketergantungan tinggi pada relawan, dan keharusan mempertahankan komitmen intrinsik staf. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi ketiga pilar model ini dalam praktik sehari-hari di lembaga nirlaba. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel, data digali melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen di tiga lembaga berbeda. Temuan empiris secara konklusif menegaskan validitas model. Pilar ‘Mission-Driven’ dioperasionalkan melalui rekrutmen berbasis kesesuaian nilai (value-fit) dan internalisasi misi dalam budaya organisasi, yang menjadi sumber resiliensi staf. Pilar ‘Unique’ diimplementasikan melalui pengelolaan relawan yang strategis (VRM) dan pendekatan kompensasi total yang menyeimbangkan reward non-moneter dengan sumber daya terbatas. Sementara itu, pilar ‘Impactful’ mendorong pergeseran manajemen kinerja dari indikator aktivitas ke hasil terukur (outcome-based) untuk memastikan akuntabilitas dampak sosial. Meskipun demikian, penelitian ini mengidentifikasi ketegangan inheren, seperti risiko homogenitas budaya dan dilema antara insentif non-finansial dengan kebutuhan ekonomi staf. Implikasinya, efektivitas model ini terletak pada kemampuan organisasi untuk menyeimbangkan dan beradaptasi secara kontekstual terhadap ketiga pilar tersebut, menjadikannya panduan strategis yang fleksibel bagi sektor nirlaba.