Penelitian ini dilatarbelakangi karena rendahnya ketuntasan hasil belajar matematika diindikasikan karena rendahnya hasil belajar siswa. Adanya persoalan non-kognitif yang perlu ditelaah, khususnya Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap hasil belajar matematika, baik secara parsial maupun simultan. Desain penelitian korelasional dengan teknik sampling acak sederhana, data Kemandirian belajar dan persepsi diperoleh melalui angket tervalidasi, sedangkan hasil belajar diambil dari dokumen nilai ulangan/rapor. Analisis meliputi uji asumsi (normalitas, linearitas), korelasi Pearson, dan korelasi ganda. Dari hasil analisis data menunjukkan bahwa uji hipotesis pertama menunjukkan t hitung > t tabel atau 7, 13 > 1, 72 , ini berarti ada hubungan yang signifikan antara Kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika, uji hipotesisi kedua menunjukkan t hitung > t tabel atau 9, 17 > 1, 72, ini berarti ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan hasil belajar matematika,dan uji korelasi Ganda didapat F hitung > F tabel atau 44 > 3, 44 ini berarti ada hubungan yang signifikan secara bersamaantara Kemandirian belajar dan persepsi siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan hasil belajar. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara Kemandirian belajar dengan hasil belajar serta antara persepsi terhadap matematika dengan hasil belajar; secara simultan kedua variabel juga berkorelasi signifikan dengan hasil belajar. Implikasi praktis menekankan strategi penguatan self-regulated learning dan intervensi persepsi positif terhadap matematika di kelas menengah atas.
Copyrights © 2024