Penelitian ini merupakan kajian sastra bandingan terhadap lirik lagu Tanoh Simalungun karya St. A.K. Saragih dan O Tano Batak karya Siddik Sitompul, yang sama-sama mengangkat tema cinta dan kerinduan mendalam terhadap tanah kelahiran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca, catat, dan dengar melalui media digital, dilengkapi analisis strukturalisme Lévi-Strauss dan pendekatan sastra bandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanoh Simalungun menonjolkan keindahan alam, adat istiadat, dan nilai kebersamaan masyarakat Simalungun melalui metafora, idiom lokal, dan simbol budaya. Lagu ini bersifat normatif-edukatif dengan fokus kolektif, mengajak generasi muda untuk menjaga adat dan identitas etnik. Sebaliknya, O Tano Batak menggunakan gaya bahasa lugas dan repetitif, berfokus pada ekspresi emosional dan spiritual perantau terhadap kampung halaman. Nuansa yang dihadirkan bersifat personal-kontemplatif tanpa banyak simbol budaya eksplisit. Meskipun berbeda dalam gaya, keduanya memiliki fungsi sosial penting: Tanoh Simalungun sebagai media edukasi dan pelestarian budaya, sedangkan O Tano Batak sebagai sarana katarsis emosional. Temuan ini menegaskan bahwa lirik lagu daerah berperan strategis dalam mengartikulasikan identitas budaya dan memperkuat ikatan generasi terhadap warisan leluhur.
Copyrights © 2025