Penentuan tarif yang tepat dan adil berdasarkan kemampuan dan keinginan penumpang untuk membayar memungkinkan layanan transportasi feri dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. Namun, terdapat tantangan dalam menentukan tarif yang seimbang antara keberlanjutan penyedia jasa dan keterjangkauan bagi masyarakat, terutama di rute Aimere-Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan (Ability to Pay/ATP) dan keinginan (Willingness to Pay/WTP) penumpang dalam membayar tarif angkutan penyeberangan. Data dikumpulkan melalui survei terhadap penumpang feri di rute tersebut dan dianalisis menggunakan metode ATP dan WTP untuk menentukan nilai tarif yang optimal. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata ATP sebesar Rp250.146, sedangkan nilai WTP sebesar Rp157.300. Tarif resmi saat ini sebesar Rp176.000 berada di antara kedua nilai tersebut, di mana ATP lebih tinggi dan WTP lebih rendah dari tarif resmi. Penumpang pada umumnya menganggap kenaikan tarif akibat kenaikan harga bahan bakar minyak masih layak, asalkan diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan. Hasil ini menunjukkan bahwa penyesuaian tarif dapat dilakukan, namun peningkatan kualitas layanan menjadi syarat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada penyedia jasa untuk fokus pada aspek pelayanan sebagai bagian dari strategi pengelolaan tarif.
Copyrights © 2024