Perkembangan ilmu pengetahuan tidak selalu bersifat linier dan kumulatif, melainkan mengalami perubahan revolusioner ketika paradigma lama tidak lagi mampu menjelaskan fenomena baru. Thomas S. Kuhn memperkenalkan konsep revolusi ilmiah sebagai respons terhadap keterbatasan pandangan positivisme dan falsifikasi dalam menjelaskan dinamika ilmu. Melalui pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji secara kritis pemikiran Kuhn tentang revolusi paradigma dalam ilmu pengetahuan. Hasil telaah menunjukkan bahwa paradigma berperan sebagai kerangka berpikir yang memandu komunitas ilmiah dalam menyelesaikan teka-teki ilmiah, namun bersifat sementara dan dapat digantikan oleh paradigma baru melalui proses anomali, krisis, dan revolusi ilmiah. Pemikiran Kuhn juga relevan dalam konteks keilmuan Islam, yang menuntut pembaruan paradigma agar ajaran Islam tetap kontekstual dan responsif terhadap tantangan zaman. Kata Kunci: Paradigma, Revolusi Ilmiah, Thomas Kuhn
Copyrights © 2025