JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 10, No 1 (2023): JeLAST Edisi Februari 2023

PEMETAAN DAN PERENCANAAN MITIGASI BENCANA BERBASIS GIS DI KOTA SINGKAWANG KALIMANTAN BARAT

Stepanus, Stepanus (Unknown)
Meirany, Jasisca (Unknown)
Wulandari, Agustiah (Unknown)



Article Info

Publish Date
06 Feb 2023

Abstract

Kota Singkawang adalah kota yang berada di pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna. Kota ini memiliki potensi pariwisata terutama pantai dan laut yang terkenal di masyarakat. Berada di wilayah pesisir membuat Kota Singkawang rentan terhadap bencana. Sejalan dengan permasalahan tersebut, upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah mitigasi bencana berbasis Sistem Informasi Geografis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui daerah rawan banjir, cuaca ekstrim, abrasi, dan akresi beserta mitigasi bencana di Kota Singkawang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian mix-methods dengan pengumpulan data sekunder berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukan risiko banjir tertinggi berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 27.733,87 ha dan terendah di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 54.280,87 ha, risiko cuaca ekstrim tertinggi berada di   Kecamatan   Singkawang Timur sebesar 42.734,20 ha dan terendah berada di Kecamatan Singkawang Selatan sebesar 57.978,34 ha,   resiko abrasi berada di Singkawang Utara,   Singkawang Tengah, Singkawang Barat, dan Singkawang Selatan, risiko akresi berada di Singkawang Utara dan Singkawang Selatan. Hasil pemetaan multi risiko bencana menghasilkan tingkat kerawanan tinggi sebesar 62.266,83 ha, kerawanan sedang sebesar 277.172,38 ha, dan kerawanan rendah sebesar 213.953,65 ha. Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan penyediaan, perbaikan, mengevaluasi sarana prasarana dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...