Kota Singkawang adalah kota yang berada di pesisir utara Provinsi Kalimantan Barat dan berhadapan langsung dengan Laut Natuna. Kota ini memiliki potensi pariwisata terutama pantai dan laut yang terkenal di masyarakat. Berada di wilayah pesisir membuat Kota Singkawang rentan terhadap bencana. Sejalan dengan permasalahan tersebut, upaya untuk mengurangi risiko bencana adalah mitigasi bencana berbasis Sistem Informasi Geografis. Penelitian dilakukan untuk mengetahui daerah rawan banjir, cuaca ekstrim, abrasi, dan akresi beserta mitigasi bencana di Kota Singkawang. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian mix-methods dengan pengumpulan data sekunder berupa studi literatur. Hasil penelitian menunjukan risiko banjir tertinggi berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 27.733,87 ha dan terendah di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 54.280,87 ha, risiko cuaca ekstrim tertinggi berada di Kecamatan Singkawang Timur sebesar 42.734,20 ha dan terendah berada di Kecamatan Singkawang Selatan sebesar 57.978,34 ha, resiko abrasi berada di Singkawang Utara, Singkawang Tengah, Singkawang Barat, dan Singkawang Selatan, risiko akresi berada di Singkawang Utara dan Singkawang Selatan. Hasil pemetaan multi risiko bencana menghasilkan tingkat kerawanan tinggi sebesar 62.266,83 ha, kerawanan sedang sebesar 277.172,38 ha, dan kerawanan rendah sebesar 213.953,65 ha. Mitigasi bencana yang dilakukan adalah dengan penyediaan, perbaikan, mengevaluasi sarana prasarana dan peningkatan kesadaran masyarakat.
Copyrights © 2023