Apis cerana merupakan spesies lebah madu asli Asia yang berperan penting dalam penyerbukan alami ekosistem perkebunan. Namun, tingkat mortalitas koloni di area perkebunan sawit mencapai 50% akibat infeksi patogen yang disebabkan oleh kondisi kelembaban tinggi dan pH netral pada sarang yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode inovatif menggunakan pelapisan asam laktat pada substrat lignoselulosa untuk menekan pertumbuhan patogen dan meningkatkan survival rate koloni Apis cerana. Penelitian dilakukan di Desa Mak Teduh, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau pada tahun 2025 dengan luas area budidaya 0,46 hektar. Substrat lignoselulosa dilapisi larutan asam laktat untuk menurunkan pH sarang dari 7 menjadi 4. Monitoring populasi dilakukan secara visual dengan metode perhitungan absolut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelapisan asam laktat berhasil meningkatkan survival rate dari 50% menjadi 80%. Populasi Apis cerana meningkat dari 800 ekor menjadi 6.000 ekor (peningkatan 650%). Produksi madu mencapai 6-8 kg per panen dengan potensi pendapatan bersih Rp1.350.000 per tahun. Program ini telah disosialisasikan kepada 30 kelompok pembudidaya. Penelitian ini membuktikan bahwa pelapisan asam laktat pada substrat lignoselulosa efektif sebagai pendekatan ekologi yang ramah lingkungan untuk meningkatkan ketahanan koloni dan survival rate Apis cerana, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Copyrights © 2025