Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dan intention to corruption, serta menguji peran moral disengagement sebagai mediator pada mahasiswa di Surabaya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan jumlah partisipan sebanyak 360 mahasiswa aktif dari perguruan tinggi negeri dan swasta yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier bertahap mengikuti model Baron dan Kenny (1986) menggunakan IBM SPSS Statistics versi 27. Instrumen penelitian meliputi Skala Locus of Control dengan tiga dimensi, yakni (internality, powerful others, dan chance), Skala Moral Disengagement, dan Skala Intention to Corruption. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga dimensi locus of control; internality (β = 0,094; p = 0,029), powerful others (β = 0,408; p < 0,001), dan chance (β = 0,258; p < 0,001) memiliki hubungan positif dan signifikan dengan intention to corruption. Uji mediasi menunjukkan bahwa moral disengagement memediasi hubungan locus of control dan intention to corruption, dengan mediasi parsial pada powerful others dan mediasi penuh pada internality dan chance. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan locus of control eksternal cenderung memiliki niat koruptif yang lebih tinggi melalui pembenaran moral, sedangkan locus of control internal berperan dalam mencegah terbentuknya niat tersebut.
Copyrights © 2025