Teknologi di era industri 5.0 sedang melaju begitu pesat. Sayangnya, perkembangan ini tidak selaras dengan pengetahuan masyarakat terkait budaya etis dalam bermedia sosial. Akhirnya hal ini memicu memicu penyebaran informasi palsu, konflik sosial, dan menurunnya nilai-nilai kearifan lokal yang seharusnya terus dilestarikan. Berangkat dari keresahan ini, program edukasi literasi bermedia sosial berbasis kearifan lokal dianggap perlu untuk dilaksanakan. Salah satu lokasi strategis yang masyarakatnya aktif dalam bermedia sosial adalah masyarakat desa Buhu, kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Untuk mengedukasi masyarakat tentnag pentingnya beretika dalam media sosial, program ini dirancang untuk mengedepankan pendekatan edukatif yang menggabungkan pemahaman etika digital dengan nilai-nilai lokal sebagai fondasi dalam berinteraksi di ruang digital.Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi sosialisasi, pelatihan interaktif, dan diskusi kelompok terfokus dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemuda, dan perangkat desa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap etika bermedia sosial serta kesadaran untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal aktivitas bermedia sosial. Pengintegrasian kearifan lokal dalam literasi digital terbukti efektif dalam menciptakan budaya bermedia yang sehat, santun, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2025