Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk, faktor pemicu, serta strategi pemaknaan dan penanggulangan kecemasan eksistensial yang dialami oleh Generasi Z pasca kelulusan kuliah. Fenomena sulitnya memperoleh pekerjaan, tingginya ekspektasi sosial, dan ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan industri telah menimbulkan tekanan emosional dan psikologis yang signifikan pada individu muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan Gen Z lulusan perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kecemasan yang dialami meliputi kecemasan finansial, kecemasan sosial, krisis identitas diri, serta ketakutan terhadap ketidakmampuan berkompetisi. Faktor internal seperti rendahnya self-efficacy dan overthinking turut memperparah kondisi ini, ditambah tekanan eksternal seperti ekspektasi keluarga, media sosial, dan situasi ekonomi nasional. Dalam menghadapi kecemasan ini, responden menunjukkan beragam strategi coping, mulai dari usaha aktif seperti pelatihan dan magang, hingga mekanisme pasif seperti penundaan, "healing", atau bahkan pasrah. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas psikologis Gen Z dalam menghadapi dunia kerja serta menjadi masukan penting bagi lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan untuk menciptakan sistem transisi karier yang lebih adaptif dan empatik.
Copyrights © 2025