Social media as a digital public space has become a strategic tool for conveying religious messages, especially among teenagers who are active users of digital platforms. Religious messages shared on social media platforms like Instagram can shape audience perceptions, including those of teenagers. This study aims to understand teenagers' perceptions of Islamic religious content shared through the Instagram account @pemuda_hijrah_org. The study employs a qualitative approach and involves ten teenage informants residing in Mampang Prapatan Subdistrict, South Jakarta. Data was collected through in-depth interviews. The results of the study indicate that the process of teenagers' perceptions of religious content involves three stages: attention, organization, and interpretation-evaluation. Teenagers are attracted to the content due to its appealing appearance and lighthearted language style, then selectively organize the messages based on their spiritual and emotional needs. In the interpretation and evaluation stage, adolescents begin to interpret the content as a form of self-reflection that motivates positive changes in attitude and behavior. Internal factors such as personal experiences and psychological conditions, as well as external factors such as visual presentation, delivery style, and accessibility flexibility, play a decisive role in this perception process. Keywords: perception, digital dakwah, adolescents, Instagram, religious content Abstrak Media sosial sebagai ruang publik digital menjadi sarana strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, terutama bagi kalangan remaja yang merupakan pengguna aktif platform digital. Pesan dakwah yang disampaikan pada media sosial seperti instagram dapat membentuk persrepsi audiens termasuk audiens remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi remaja terhadap konten dakwah Islam yang disampaikan melalui akun Instagram @pemuda_hijrah_org. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, serta melibatkan sepuluh informan remaja yang berdomisili di Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses persepsi remaja terhadap konten dakwah mencakup tiga tahap: atensi, organisasi, dan interpretasi-evaluasi. Remaja tertarik pada konten karena tampilannya yang menarik dan gaya bahasa yang ringan, lalu mengorganisasi pesan secara selektif berdasarkan kebutuhan spiritual dan emosional mereka. Pada tahap interpretasi dan evaluasi, remaja mulai memaknai konten sebagai bentuk refleksi diri yang memotivasi perubahan sikap dan perilaku ke arah yang lebih baik. Faktor internal seperti pengalaman pribadi dan kondisi psikologis, serta faktor eksternal seperti tampilan visual, gaya penyampaian, dan fleksibilitas akses menjadi penentu dalam proses persepsi tersebut. Kata kunci: persepsi, dakwah digital, remaja, instagram, konten keagamaan
Copyrights © 2025