Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberi penciri wilayah yang kuat pada sajian makanan di pasar kuliner tradisional Tempos, Lombok Barat yang memiliki nilai kesehatan bagi pengunjung dan lingkungan serta mengapresiasi keunikan wilayah dan selera kekinian. Berdasarkan kusioner yang disebarkan pada pada tahap awal diketahui bahwa tren kuliner favorit adalah nasi atau lontong sebanyak 42%, soto, bakso, mie ayam dan sejenisnya sebanyak 21%, jajanan tradisional sebanyak 17%. jajanan kekinian sebanyak 18% dan buah segar hanya sebanyak 2%. Berdasarkan hasil ini, maka dipilih dua jenis sajian yaitu menggunakan piring tanah liat beralas daun pisang dan papper bowl. Karena tahap yang dilalui maka pengabdian ini disebut sebagai pengabdian dengan metode Asset Based Community Development (ABCD): Metode ini fokus pada kekuatan, potensi, dan aset yang dimiliki masyarakat untuk membangun lingkungannya sendiri, bukan hanya pada masalah yang ada. Hasil dari kegiatan ini lahirnya design sajian di atas piring tanah liat dengan beralaskan daun pisang dan kemasan paper bowl. Dapat dikatakan bahwa program ini berhasil, karena pedagang yang menerima design dan pengunjung salaku pembeli menyatakan kepuasan yang tinggi. Pada masa depan sangat disaarankan adar dilakukan kegitan sejenis untuk makanan favorit ke dua yaitu soto, bakso, mie ayam dan sejenisnya.
Copyrights © 2025