Background: Based on the results of the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence of hypertension was 34.1%. In addition to pharmacological therapy, there are non-pharmacological therapies, better known as traditional (herbal) remedies, such as bay leaf decoction (Syzygium polyanthum), a plant that can be used as a remedy for various diseases, one of which is hypertension. Purpose: To describe family nursing care using bay leaf decoction to reduce blood pressure in elderly people with hypertension. Method: This descriptive study design used a case study approach. Family nursing care included assessment, nursing diagnosis, intervention, implementation, and evaluation. Blood pressure measurements were taken before the intervention. Following the intervention, bay leaf decoction was administered twice daily for 3 days, and blood pressure measurements were repeated. Results: Before the intervention, Mrs. A's blood pressure was 170/100 mmHg and Mrs. S's was 150/90 mmHg. After the intervention, Mrs. A's blood pressure decreased to 150/80 mmHg and Mrs. S to 130/85 mmHg. Conclusion: There was a significant reduction in blood pressure by regularly drinking boiled bay leaves for 3 days. Keywords: Bay Leaves; Elderly; Hypertension. Pendahuluan: Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi hipertensi adalah 34,1%. Selain terapi farmakologi ada terapi non farmakologi atau yang lebih dikenal dengan pengobatan tradisional (herbal) seperti rebusan daun salam (syzygium polyanthum) sebagai salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai obat untuk berbagai macam penyakit salah satunya adalah penyakit hipertensi. Tujuan: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian rebusan daun salam untuk penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan keluarga meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum intervensi, selanjutnya diberikan intervensi rebusan daun salam sebanyak 2x/hari selama 3 hari dan dilakukan pengukuran tekanan darah kembali. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi tekanan darah Ny. A adalah 170/100 mmHg dan pada Ny. S adalah 150/90 mmHg. Setelah dilakukan intervensi pada Ny. A menjadi 150/80 dan Ny. S menjadi 130/85 mmHg Simpulan: Terdapat penurunan yang signifikan tekanan darah dengan meminum rebusan daun salam secara rutin selama 3 hari. Kata Kunci : Daun Salam; Hipertensi; Lansia.
Copyrights © 2025