Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Komprehensif Edukasi Tentang Pola Makan Untuk Mengurangi Mual Dan Muntah Pada Ibu Hamil Trimester Pertama Winarno, Rudi; Wardiyah, Aryanti; Anggara, Respa Agustina
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 1 No 2 (2021): Perawatan Lansia di Posyandu
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v1i2.217

Abstract

Pendahuluan: Status gizi ibu hamil pada waktu pembuahan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung. Seorang ibu hamil idealnya mengalami kenaikan berat badan sebanyak 10-12 kg. Pada trimester pertama kenaikan itu hanya kurang dari 1 kg, trimester kedua kurang dari 3 kg, trimester ketigakira-kira 6 kg. Tujuan: Analisa jurnal, penerapan intervensi jurnal, pembahasan asuhan keperawatan, acuan asuhan keperawatan komprehensif edukasi tentang pola makan untuk mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama di Kelurahan Susunan Baru Bandar Lampung Tahun 2022. Metode: Desain student oral case analysis (SOCA) menggunakan desain studi kasus dalam bentuk  penerapan dengan cara pendekatan sesuai metode deskriptif, metode ini bersifat mengumpulkan data terlebih dahulu, menganalisis data lalu menarik kesimpulan data. Unit yang menjadi kasus tersebut secara lebih jauh dianalisis dan diberikan suatu tindakan terapi. Hasil: Evaluasi yang telah dilakukan menunjukkan hasil bahwa adanya peneurunan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama setelah diberikan edukasi cara mengkonsumsi makanan dan menjaga pola konsumsi makanan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang dilakukan selama 2 kali perlakuan, dengan hasil klien nampak lebih rileks dan tenang, masih ada karena ibu jarang mau makan dan mengkonsumsi makanan yang telah dianjurkan.
Efektivitas terapi bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia prasekolah di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung Nadila, Tiya; Novikasari, Linawati; Winarno, Rudi
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i2.424

Abstract

Background: The growth and development of children in Indonesia requires serious attention, because delays in growth and development are still quite high, namely around 5-10% of children experience general delays. Children who receive targeted stimulation can develop more quickly than children who receive less stimulation. Therefore, providing stimulation is very important to optimize children's fine motor development. One way to overcome delays in fine motor development in preschool children is to learn through play. Puzzles are a type of game that improves thinking skills, makes it easier for children to remember and understand concepts, and increases children's creativity. Purpose: To determine the effectiveness of playing puzzles on the fine motor development of children aged 5-6 years. Method: This type of research uses descriptive qualitative research, this research uses descriptive research methods in the form of case studies with a Nursing Care approach, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. The research was conducted at the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung in April-May 2024 on two patients, namely An. S and An. Y. Data analysis was carried out by comprehensive data collection. Data interpretation has two narrow and limited aspects, namely only the research questions answered by the data obtained. Result: The results of nursing data analysis on patient An.S who was only able to carry out 6 out of 20 fine motor assessments of toddlers so he was said to be experiencing growth and development disorders. Apart from that, patient An.Y also experienced growth and development disorders because he could only carry out 8 of the 20 assessments in the research conducted. After providing nursing care for 4 meetings, at the last meeting, patient An.S (49 months) showed enjoyment in playing puzzles and actively answering known pictures. In addition, the evaluation results of patient An.Y (50 months) show that it is now easier to play puzzles and participate in therapy actively and expressively. Conclusion: Puzzle games given to children aged 5 to 6 years have proven to be effective in improving children's fine motor development. Suggestion: It is hoped that the Bussaina Orphanage in Bandar Lampung can provide and utilize puzzle playing media to improve the fine motor development of children in the orphanage.   Keywords: Fine Motor Development; Preschool; Puzzle Play Therapy. Pendahuluan : Tumbuh kembang anak di Indonesia memerlukan perhatian serius, karena keterlambatan tumbuh kembang masih cukup tinggi yaitu sekitar 5-10% anak mengalami keterlambatan umum. Anak yang mendapat stimulasi tepat sasaran dapat berkembang lebih cepat dibandingkan anak yang mendapat stimulasi lebih sedikit. Oleh karena itu pemberian stimulasi sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak. Salah satu cara mengatasi keterlambatan perkembangan motorik halus pada anak prasekolah adalah dengan belajar melalui bermain. Puzzle merupakan salah satu jenis permainan yang meningkatkan kemampuan berpikir, memudahkan anak mengingat dan memahami konsep, serta meningkatkan kreativitas anak. Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas bermain puzzle terhadap perkembangan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Metode : Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penelitian dilakukan di Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung pada bulan April-Mei 2024 pada dua pasien yaitu An. S dan An. Y. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data secara menyeluruh. Penafsiran data mempunyai dua aspek yang sempit dan terbatas, yaitu hanya pada pertanyaan penelitian yang dijawab oleh data yang diperoleh. Hasil : Hasil analisa data keperawatan pada pasien An.S yang hanya dapat melakukan 6 dari 20 penilaian motorik halus balita sehingga dikatakan mengalami gangguan tumbuh kembang. Selain itu, pasien An.Y juga mengalami gangguan tumbuh kembang karena hanya dapat melakukan 8 dari 20 penilaian dalam penelitian yang dilakukan. Setelah menjalani asuhan keperawatan selama 4 pertemuan, pada pertemuan terakhir pasien An.S (49 bulan) menunjukkan rasa senang bermain puzzle dan dengan aktif menjawab gambar yang diketahui. Selain itu, hasil evaluasi pasien An.Y (50 bulan) menunjukkan sekarang lebih mudah memainkan puzzle dan mengikuti terapi dengan aktif dan ekspresif. Simpulan: Permainan puzzle yang diberikan kepada anak usia 5 sampai 6 tahun terbukti efektif dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak. Saran: Panti Asuhan Bussaina Bandar Lampung diharapkan dapat menyediakan dan memanfaat media bermain puzzle untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak di panti.   Kata Kunci : Perkembangan Motorik Halus; Prasekolah; Terapi Bermain Puzzle.  
Penyuluhan Kesehatan Tentang Hipertensi Dan Terapi Komplementer Timun Winarno, Rudi; Ricko Gunawan, Muhammad; Ernita, Chelda
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.204

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian prematur di dunia. Dari hasil prevalensi di Puskesmas Hanura Lempasing Kabupaten Pesawaran di dapat data penyakitnya 21,28 % warga memiliki penyakit hipertensi. Masyarakat di dusun aryo jipang rt 02 desa sukajaya lempasing yang menderita hipertensi memiliki beberapa faktor seperti umur, pola hidup, lingkungan sekitar dan obesitas. Hal tersebut perlu tindaklanjut lagi. Tujuan: Responden dapat mengetahui, memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dan terapi komplementer timun menggunakan power point dan ke dua setelah diberikan penyuluhan hipertensi dan terapi komplementer timun, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dan terapi komplementer timun serta mendemonstrasikan terapi komplementer timun. Hasil: Responden memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dan terapi komplementer timun
Penyuluhan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tentang mencuci tangan menggunankan sabun pada anak di Kelurahan Sumber Agung Kemiling Bandar Lampung Gunawan, Muhammad Ricko; Triyoso, Triyoso; Winarno, Rudi; Kusumaningsih, Dewi; Nirwanto, Nirwanto; Ismi, Aprilia; Nurlaini; Sofa, Taufik; Andriyani, Veni
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.253

Abstract

Introduction: Health is a state of well-being of body, soul and social that allows everyone to live socially and economically productive. Therefore, health is a very important thing to pay attention to because it will underlie the improvement of the quality and quantity of life in the community. This can be done with clean and healthy living behavior, one of which is by washing hands with soap. Without us knowing it, germs and bacteria that stick to the hands are very dangerous to health. Children are one of those who experience a fairly high level of play activity. However, the habit of washing hands with good soap is not realized by some children. Children view soap as only useful for removing dirt and odors. To carry out a hand washing program, wash hands with soap, the availability of water and soap for washing hands is actually not a problem but an obstacle is a factor in children's habits. For this reason, the role of caregivers/early childhood educators is needed to provide useful programs for children, namely getting used to washing hands with soap after completing activities or other activities. Objective: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts are able to understand and apply clean and healthy living behaviors about washing hands with soap properly and correctly. Method: The implementation of the method used is based on ibM. Providing information and visual training to children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts. Results: Children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung sub-districts can receive well about the application of clean and healthy living behavior by washing their hands. Conclusion: There is a significant increase in children in the Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung villages on the awareness of the importance of washing hands.   Pendahuluan: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Oleh karena itu kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup dalam masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Tanpa kita sadari, kuman dan bakteri yang menempel pada tangan sangat membahayakan kesehatan.anak-anak adalah salah satu yang mengalami aktivitas bermain yang cukup tinggi. Namun, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun yang baik itu tidak disadari oleh sebagian anak-anak. Anak-anak memandang sabun hanya bermanfaat untuk menghilangkan kotor dan bau. Untuk melakukan program mencuci tangan cuci tangan dengan sabun, ketersedian air dan sabun untuk mencuci tangan sebenarnya bukan masalah tapi menjadi hambatan adalah faktor kebiasaan anak-anak. Untuk itu diperlukan peran pengasuh/pendidik anak usia dini untuk memberikan program yang bermanfaat kepada anak, yaitu membiasakan mencuci tangan dengan sabun setelah selesai melakukan kegiatan mau pun aktivitas lainnya. Tujuan: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung mampu memahami dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat tentang mencuci tangan menggunakan sabun dengan baik dan benar. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan yaitu berbasis ibM. Pemberian informasi dan pelatihan visual pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung. Hasil: Anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung bisa menerima dengan baik tentang penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan. Simpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada anak-anak dikelurahan sumber agung, kemiling, bandar lampung atas kesadaran pentingnya mencuci tangan.
Implementasi Prenatal Yoga menggunakan Gym Ball untuk Mengurangi Low Back Pain Pada Kehamilan Ermasari, Anissa; Evrianasari, Nita; Winarno, Rudi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.18421

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Tingginya prevalensi Low Back Pain (LBP) pada kehamilan berkisar antara 24% hingga 90%. LBP merupakan salah satu ketidaknyamanan akibat perubahan fisiologis pada kehamilan, rasa nyeri akan semangkin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Hal tersebut dapat berdampak pada penurunan mobilitas fisik, penurunan kualitas tidur, isolasi sosial dan reaksi emosional, serta peningkatan stress psikologis. Prenatal yoga merupakan salah satu penangan non farmakologi yang dapat diberikan untuk mengurangi LBP dengan cara memperkuat otot punggung, meningkatkan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, dan membantu tubuh lebih relaks, serta minim efek samping bagi kehamilan. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan prenatal yoga sebagai upaya untuk menangani LBP pada kehamilan. Metode yang digunakan melibatkan pretest dan postest mengenai persepsi nyeri, penyuluhan dengan penyampaian materi LBP dan prenatal yoga, serta diikuti dengan demonstrasi gerakan prenatal yoga yang dipandu instruktur berlisensi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa ibu hamil mengalami penurunan intensitas nyeri punggung bawah setelah mengikuti sesi prenatal yoga dengan gymball, yang membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh. Kesimpulan: Prenatal yoga dengan gymball efektif mengurangi LBP pada ibu hamil, sekaligus meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kesejahteraan psikologis, menjadikannya alternatif aman dan holistik untuk manajemen nyeri.
Hubungan Perilaku Diet Dengan Status Kesehatan Remaja Putri Di SMAN 14 Bandar Lampung Dwiartho, Muhammad Fiqi; Hermawan, Dessy; Winarno, Rudi
Jurnal Kesehatan Panca Bhakti Lampung Vol 13 No 1 (2025): JKPBL Vol 13 No 1 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47218/jkpbl.v13i1.327

Abstract

Remaja membutuhkan perhatian khusus pada masalah gizi karena di masa ini kebutuhan gizi mereka meningkat serta terdapat perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan. Remaja cenderung tidak bisa membedaan diantara gambaran ideal serta persepsi atas diri sendiri berdampak pada body image yang buruk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku diet dengan status kesehatan remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Dengan rancangan desain Survei Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi SMAN 14 Bandar Lampung yaitu 551 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah 142 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur perilaku diet. Hasil menunjukkan bahwa ada sebanyak 55 responden (87,3%) yang status kesehatan baik dan 8 responden (17,7%) yang status kesehatan tidak baik. Sedangkan dari 79 responden yang perilaku diet tidak baik, sebanyak 47 responden (59,5%) yang status kesehatan baik dan 32 responden (40,5%) yang status kesehatan tidak baik. Analisis chi-square adalah p-value 0,001. Kesimpulan terdapat hubungan perilaku diet dengan status kesehatan remaja putri di SMA Negeri 14 Bandar Lampung.
Penerapan senam sebagai upaya menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Sukajaya Lempasing Kabupaten Pesawaran Winarno, Rudi; Ladin, Juliawan; Sintia, Monica Bela Dwi; Natalia, Mutiara; Adhani, Neisa; Istawala, Anggun; Prayogo, Idfy Dwi; Fajrianti, Endah; Alam, Rama Rajasa Ferlanda; Saraswati, Ika
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i7.1202

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that ranks among the leading causes of death worldwide. According to 2023 WHO data, the global prevalence of hypertension reached 33%, while in Indonesia it stood at 30.8%. In Pesawaran Regency, the Hanura Community Health Center reported 1,749 cases of hypertension, making it the fifth most common disease. In Dusun 7 Mutun, 58% of the 69 households are affected by hypertension. One non-pharmacological approach proven effective in lowering blood pressure is hypertension exercise. Purpose: Reducing Blood Pressure in Hypertensive Patients Through a Hypertension Exercise Intervention. Method: The intervention was conducted over three days (May 14–16, 2025) in Dusun 7 Mutun, Sukajaya Lempasing Village, Pesawaran Regency. Ten hypertensive respondents participated. The program included a brief educational session and practical hypertension exercises. Evaluation involved measuring participants’ blood pressure before and after the intervention (pre-test and post-test). Results: Obtaining a mean pre-test systolic blood pressure value of 155.5 mmHg with a standard deviation of 11,891 and a mean post-test value of 132.5 mmHg with a standard deviation of 11,365. While the mean pre-test diastolic blood pressure value was 96.0 mmHg with a standard deviation of 6,992 and a mean post-test value of 79.0 mmHg with a standard deviation of 7,379. Conclusion: Hypertension exercise has been proven effective as a non-pharmacological intervention for reducing blood pressure.   Suggestion: Hypertension exercise should be implemented on an ongoing basis as an integral part of the community’s healthy lifestyle. Keywords: Blood pressure; Hypertension; Hypertension exercise; Non-pharmacological intervention Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Data WHO tahun 2023 mencatat prevalensi hipertensi secara global mencapai 33%, sedangkan di Indonesia mencapai 30.8%. Di Kabupaten Pesawaran, data dari Puskesmas Hanura mencatat 1,749 kasus hipertensi, menempati urutan kelima penyakit terbanyak. Dan di Dusun 7 Mutun, 58% dari 69 keluarga mengalami hipertensi. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah adalah senam hipertensi. Tujuan: Menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi melalui intervensi senam hipertensi. Metode: Kegiatan dilakukan selama tiga hari (14-16 Mei 2025) di Dusun 7 Mutun, Desa Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran. Melibatkan 10 responden penderita hipertensi. Intervensi dilakukan dalam bentuk edukasi singkat dan praktik senam hipertensi. Evaluasi dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi (pre-test dan post-test). Hasil: Mendapatkan nilai mean tekanan darah sistolik pre-test sebesar 155.5 mmHg dengan standar deviasi 11.891 dan nilai mean post-test sebesar 132.5 mmHg dengan standar deviasi 11.365. Sedangkan nilai mean tekanan darah diastolik pre-test sebesar 96.0 mmHg dengan standar deviasi 6.992 dan nilai mean post-test sebesar 79.0 mmHg dengan standar deviasi 7.379. Simpulan: Senam hipertensi terbukti efektif sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat menurunkan tekanan darah. Saran: Senam hipertensi perlu diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
The psychological impact of exposure to floods among adolescents Sari, Putri Melinda; Trismiyana, Eka; Winarno, Rudi
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2025): October Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i3.1438

Abstract

Background: Floods are the most common natural disaster in the world, dominating with 163 incidents or 50.77% in 2023. Based on the Indonesian Disaster Index (IDI) data, 8.331 flood disasters occurred in Indonesia from 2014 to 2023. Meanwhile, the National Disaster Management Agency (NDMA) recorded 16 flood incidents in the Bandar Lampung area over the past 10 years. This disaster not only causes damage to infrastructure but also instills anxiety among students, which has the potential to affect their level of preparedness. Therefore, it is very important to understand the relationship between anxiety and the preparedness of adolescents. Purpose: To determine the psychological impact of flood exposure on adolescents. Method: A Descriptive Correlational research type with a Cross Sectional approach, employing a quantitative method design with a Descriptive Correlation design. The respondents in this study are students at Junior High School 27 Bandar Lampung with a population of 469 students. The total sample obtained using Proportionate Stratified random sampling technique is 216 respondents. Results: Out of 87 students with anxiety, there were 78 (89.7%) respondents who were not prepared and 9 (10.3%) respondents who were prepared to face floods. Meanwhile, out of 129 respondents without anxiety, there were 80 (62.0%) respondents who were not prepared and 49 (38.0%) respondents who were prepared to face flood disasters. The chi-square test results showed a p-value of 0.000 < 0.05. Conclusion: Adolescence, as a dynamic transitional phase, is a crucial period for developing awareness, resilience, and preparedness in the face of disasters such as floods. Findings indicate a significant relationship between anxiety and preparedness, with adolescents experiencing anxiety being five times more likely to be unprepared than those without anxiety. Keywords: Adolescents; Anxiety; Preparedness.
The effect of disaster management education on citizen preparedness facing floods Pabio, Pabio Leo capilo; Novikasari, Linawati; Winarno, Rudi; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2025): December Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i4.1441

Abstract

Background: Natural disasters, especially floods, have become a crucial issue in Indonesia. Indonesia's geographical position as an archipelagic country that crosses the equator makes it vulnerable to high rainfall, which often triggers hydrometeorological disasters such as floods. Purpose: To determine the influence of health education about flood first aid on the mental readiness of the community in facing disasters. Method: A quantitative design with a quasi-experimental approach type one group pre-test post-test design. The research sample consisted of 30 respondents selected from 85 heads of families in RT 03 Nyunyai Village. Data was collected using a validated questionnaire. Data analysis included univariate analysis, normality test with Kolmogorov-Smirnov, and bivariate analysis with t-test. Results: A significant increase in knowledge and skills after being given health education interventions. The average score of knowledge and skills increased from 11.60 on the pre-test to 15.47 on the post-test. The results of the t-test proved a significant influence with a p-value of 0.000 (< 0.05). Conclusion: Health education has a significant influence in increasing the knowledge and preparedness of the people of Nyunyai Village regarding first aid during floods. Keywords: Communities; First Aid; Floods; Health Education; Preparedness.
REVIEW ON TITANIUM-BASED ALLOYS AS BIOMATERIALS FOR IMPLANT APPLICATIONS Prastyo, Adi; Ibrahim, Fauzi; Efriyo Hadi, Agung; Febrina, Rina; Winarno, Rudi; Ermasari, Anissa; Wahyudi, Retno
Jurnal Rekayasa Teknologi dan sains Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jrets.v7i1.8762

Abstract

ABSTRACT Technological updates in the field of advanced materials research now tend to focus on biomedical materials application and utilization of Titanium and its alloys. Various of implant materials have been employed in various disciplines of medical science depending on the requirements of a particular application. Metals, alloys, ceramics, and polymers are the commonly used biomaterials. Titanium and its alloys are commonly used in almost all disciplines of medicine because of their sufficient biocompatibility and meeting of mechanical requirements. The main focus of this study is to review the various structural and microstructural properties of titanium and titanium-based alloys used as orthopedic implants. Orthopedic implants need to possess certain important qualities to ensure their safe and effective use. These properties like the biocompatibility, relevant mechanical properties, high corrosion and wear resistance and osseointegration are summarized in this review. Various attempts to improve upon these properties like different processing routes, surface modifications have also been inculcated in the paper to provide an insight into the extent of research and benefit that has been put into developing a highly superior titanium orthopedic implant. In addition, this paper also discusses in detail the various surface modification techniques to achieve superior biocompatibility, higher wear and corrosion resistance. Overall, an attempt has been made to bring out the current scenario of Ti based materials for biomedical applications. Keywords: titanium, implant, biomaterial.