Pondok pesantren Thawalib Gunuang merupakan salah satu merupakan salah satu pondok pesantren yang mewajibkan santrinya untuk memiliki kompetensi seni sebagai wujud pembentukan karakter. Kompetensi senirupa yaitu membatik juga merupakan salah satu hal yang perlu dimiliki santri sebagai wujud kecintaan pada budaya daerah. Untuk itu penulis melaksanakan pelatihan membatik bagi santri putri di pondok pesantren Thawalib Gununang sebagai upaya meningkatkan kecintaan peserta terhadap budaya bangsa. Peserta pelatihan membatik merupakan santri yang dipilih berdasarkan minatnya terhadap seni rupa. Santri diajarkan proses membatik dari mulai membuat motif, menerapkan motif ke kain, mencanting, mewarnai, hingga melorod. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, peserta berhasil membuat dua buah produk batik yaitu sapu tangan dan syal batik. Kegiatan pelatihan membatik tentunya membutuhkan fokus dan ketelitian dari peserta untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Hal ini karena tahapan membatik yang cukup panjang dan juga penerapan motif yang membutuhkan ketelitian agar produk batik yang dihasilkan menjadi maksimal. Diakhir kegiatan diadakan diskusi dengan peserta terkait kendala yang dihadapi. Dan untuk keberlanjutan kegiatan ini, juga diserahkan peralatan membatik lengkap kepada peserta sehingga mereka bisa berkreasi dan berlatih lebih intens lagi.
Copyrights © 2025