Minuman yang digemari saat ini adalah minuman fungsional, yaitu minuman yang menyehatkan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Lidah buaya dan nanas berpotensi sebagai bahan minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Minuman fungsional umumnya perlu bahan tambahan seperti pemanis. Alternatif pemanis alami yang memiliki efek kesehatan sebagai pengganti sukrosa/gula pasir adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi madu terbaik terhadap karakteristik sensori minuman fungsional lidah buaya-nanas. Perlakuan konsentrasi madu yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan atribut penilaian meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan/mouth feel, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi madu berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori. Tingkat kesukaan terbaik berada pada kategori suka, yaitu pada konsentrasi madu 10%, 12,5%, dan 15%. Konsentrasi madu 10% dapat dijadikan rekomendasi dalam mengkonsumsi minuman lidah buaya-nanas. Perlakuan tersebut secara deskriptif memiliki karakteristik warna agak kuning, agak beraroma madu, rasa lebih manis, dan kekentalan agak kental.
Copyrights © 2025