Artikel ini mengkaji peradaban dan kebudayaan Islam pada masa Khalifah Bani Umayyah dengan fokus pada fondasi politik-administratif, arabisasi, ekspansi wilayah, serta produksi ilmu dan seni. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap karya klasik dan jurnal 5 tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa kebijakan arabisasi, standarisasi administrasi dan fiskal, serta reformasi birokrasi memperkuat kohesi kekuasaan yang menopang ekspansi dari Andalus hingga Transoxiana. Kemajuan arsitektur (mis. Qubbat al-Sakhrah), sastra, dan ilmu bahasa berkembang seiring tumbuhnya pusat ilmu. Dinamika sosial terutama posisi mawālī mendorong mobilitas intelektual, namun turut memicu ketegangan yang berkontribusi pada kemunduran. Disimpulkan, Umayyah meletakkan pilar institusional dan kultural bagi peradaban Islam berikutnya, meski rentan oleh konflik suksesi, rivalitas suku, dan krisis legitimasi.
Copyrights © 2025