Penelitian ini mengkaji perkembangan historiografi Islam awal yang mencakup lima bentuk utama, yaitu al-Maghazi, al-Sirah, sejarah dinasti, biografi, dan al-Ansab. Kajian ini bertujuan menjelaskan perbedaan fungsi, metode, dan orientasi penulisan masing-masing bentuk serta hubungannya dengan konteks sosial-politik umat Islam pada masa klasik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis deskriptif dan komparatif terhadap sumber klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bentuk historiografi memiliki nilai religius, sosial, dan politis yang membentuk identitas keilmuan umat Islam. Kesimpulannya, historiografi Islam merupakan tradisi pengetahuan yang hidup, berfungsi menjaga nilai keislaman, dan tetap relevan dalam membangun kesadaran sejarah masyarakat masa kini.
Copyrights © 2025