Stunting merupakan masalah gizi kronis yang dapat menghambat pertumbuhan fisik sekaligus perkembangan kognitif anak, terutama pada periode emas 1000 hari pertama kehidupan. Upaya pencegahan stunting memerlukan strategi intervensi yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memanfaatkan potensi pangan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman ibu yang memiliki balita stunting melalui edukasi serta pelatihan penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) berbasis bahan pangan lokal, khususnya jagung. Metode yang digunakan adalah matching pretest posttest design yang dilaksanakan pada sepuluh responden di Desa Drujugurit, Kabupaten Lamongan. Intervensi diberikan dalam bentuk ceramah interaktif dan demonstrasi pembuatan MPASI berbahan jagung dan kacang hijau. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta berdasarkan hasil posttest, serta adanya perubahan positif dalam sikap dan pemahaman mengenai gizi balita. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa edukasi yang memanfaatkan potensi pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam upaya penanggulangan stunting. Diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program Posyandu di wilayah lain.
Copyrights © 2025