Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan metode pembelajaran inovatif yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam penyelidikan ilmiah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimental, dengan kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis PBM dan kelompok kontrol yang mengikuti metode pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan Pretest Posttest Nonequivalent Control Group Design untuk mengevaluasi perubahan keterampilan proses sains siswa sebelum dan sesudah penerapan PBM. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI di SMA Santa Familia Wae Nakeng yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains, yang disusun berdasarkan indikator keterampilan proses sains, seperti kemampuan mengobservasi, merumuskan hipotesis, merencanakan percobaan, menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Tes ini divalidasi oleh dosen ahli untuk memastikan validitasnya. Selain itu, lembar observasi digunakan untuk menilai keterlibatan, kerja sama, dan motivasi siswa selama pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan paired sample t-test untuk uji efektivitas PBM, dengan asumsi data memenuhi normalitas dan homogenitas. Apabila tidak memenuhi asumsi tersebut, digunakan uji non parametrik wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada keterampilan proses sains kelompok eksperimen, dengan selisih rata-rata sebesar +35,36 dan nilai p sebesar 0,001, yang lebih kecil dari ambang batas 0,05. Sebaliknya, kelompok kontrol hanya menunjukkan peningkatan kecil yang tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa PBM merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan penyelidikan ilmiah siswa, termasuk merumuskan hipotesis, merancang eksperimen, dan menganalisis data. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel yang kecil dan fokus pada satu konteks pendidikan, yang dapat membatasi generalisasi hasil.
Copyrights © 2025