Cibaduyut, Kota Bandung, dikenal sebagai sentra industri alas kaki nasional yang sempat berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, sejak 2008, industri ini mengalami penurunan akibat kebijakan Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA), serta berbagai tantangan seperti persaingan produk impor, kualitas produk yang belum standar, akses pasar terbatas, minimnya teknologi, dan lemahnya branding lokal. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas dan inovasi produk, memperluas pasar melalui e-commerce, serta memperkuat daya saing dan kemandirian pengrajin. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan kepada sembilan pengrajin alas kaki di Bandung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pengembangan produk dari rata-rata 66,67 menjadi 82,22 (naik 23,33%), serta e- commerce dari rata-rata 80 menjadi 88,89 (naik 11,11%). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mampu meningkatkan literasi digital dan keterampilan kewirausahaan peserta, serta mendorong terwujudnya UMKM alas kaki yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Copyrights © 2025