Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mendukung penerapan rantai pasok hijau di kalangan perusahaan kecil dan menengah, khususnya perusahaan Alat Penangkap Ikan Kecil (APIK) di Indonesia. Banyak pelaku usaha mikro dan kecil berperan dalam sektor manufaktur, namun masih terbatas dalam mengadopsi praktik ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji bagaimana keselarasan tujuan antarmitra, komitmen terhadap kerja sama jaringan, dan pola pengambilan keputusan memengaruhi efektivitas rantai pasok hijau. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif terhadap 140 pemilik perusahaan APIK, dengan analisis data menggunakan pendekatan model persamaan struktural (SEM) PLS. Hasil menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan penerapan rantai pasok hijau. Temuan ini menunjukkan bahwa selain kapasitas teknis, aspek sosial dan manajerial juga penting dalam transisi ke praktik berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah memberikan kerangka pemahaman yang dapat digunakan oleh pelaku kebijakan dan asosiasi industri untuk merancang program pendampingan yang lebih efektif dalam mendorong keberlanjutan di sektor UMKM.
Copyrights © 2025