Artikel ini akan menyajikan pemaknaan dan penafsiran surat At-T?n ayat 1 dengan kacamata analisis Semiotika intertekstual. Bukan rahasia umum perbincangan atas tafsir surat At-T?n ayat 1 selalu hangat. Para pemerhati studi Qur’an dan tafsir bersikukuh memahami serta menafsirkan ayat ini sebagai sumpah dan buah-buahan. Yang paling sering menjadi sorotan argumentasi Muhammad Abduh yang terhimpun dalam tafsir Juz Amma, ia memaparkan bahwa At-T?n ayat 1 sebagai masa kenabian. Argumentasi tersebut diadopsi oleh mufassir Indonesia yakni Hasby Ash-Shiddiqi. Sehingga corak pemikiran dan penafsiran Hasby sedikit banyak terpengaruh oleh Abduh, begitupun dengan penafsiran surat At-T?n ayat 1. Untuk mengetahui penafsiran Hasby, artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan mengajukan 2 pertanyaan yaitu : bagaimana biografi Hasbi Ash-Shiddieqy dan bagaimana potret model transposisi haplologi tafsir Hasbi Ash-Shiddieqy dalam menafsirkan At-T?n ayat 1. Untuk menjawab hal tersebut, artikel ini menggunakan Semiotika intertekstualitas Julia Kristeva secara teoritis. Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi transposisi model haplologi, teks II (Tafsir an-Nur) mengedit dan mereduksi Teks I (Tafsir Juz Amma) dengan menyederhanakan diksi serta menghilangkan beberapa bagian penjelasan, menunjukkan proses adaptasi terhadap teks hipogram. Kemudian dalam pemaknaan At-T?n ayat 1 dengan menggunakan kajian intertekstualitas terjadi haplologi dalam teks II yakni Tafsir Al-Quran Al-Majid “Al-Nur” terhadap teks I yakni Tafsir Juz Amma.
Copyrights © 2025