Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN di salah satu klinik di Kota Kupang. Rendahnya pemahaman lansia terhadap fitur aplikasi menyebabkan ketergantungan pada layanan konvensional dan bantuan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 15 responden lansia (usia ≥60 tahun) yang dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria peserta aktif BPJS Kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta evaluasi pre-test dan post-test. Kegiatan edukasi dilaksanakan dengan pendampingan individual menggunakan bahasa sederhana, demonstrasi langsung, dan praktik terbimbing. Berdasarkan standar BPJS Kesehatan, penilaian dikategorikan "Baik" (≥80%), "Cukup" (60-79%), dan "Kurang" (<60%). Hasil post-test menunjukkan 13 peserta (86,67%) mencapai kategori "Baik" dengan skor ≥80, dan 2 peserta (13,33%) kategori "Cukup" dengan skor 70-80. Keberhasilan ini signifikan mengingat tantangan literasi digital yang dihadapi lansia. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi tema utama terkait hambatan penggunaan aplikasi dan respons terhadap program edukasi. Hasil menunjukkan bahwa edukasi berbasis pendampingan individual dengan pendekatan ramah lansia efektif meningkatkan literasi digital dan mendukung transformasi digital layanan kesehatan di Indonesia.
Copyrights © 2025