IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025

Spiritualitas Kristen di Era Overstimulasi Digital: Tantangan Iman dan Kesehatan Mental Jemaat

Suseno, Aji (Unknown)
Arifianto, Yonatan Alex (Unknown)
Sumual, Elisa Nimbo (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2025

Abstract

The digital age is characterised by a constant and massive flow of information, causing humans to experience overstimulation that affects various aspects of life, including spirituality, faith, and mental health. Christianity faces difficulties in maintaining the depth of faith, as spiritual practices that should be contemplative and reflective are displaced by instant culture and religious digitalisation, or addiction to the internet and gadgets. Spirituality, which was once built on a deep relationship with God, now tends to be shallow and routine, lacking focus. The purpose of this study is to analyze the urgency of the church's role in shaping a genuine Christian spirituality amidst digital overstimulation. This study employed a descriptive qualitative method with a literature review approach. The study concluded that digital overstimulation contributes to an unconscious spiritual crisis, necessitating an understanding of the nature of digital overstimulation and the disorientation of Christian spirituality. Likewise, Christian mental health and spirituality are situated between the depth of tradition and the challenges of the digital context. Therefore, the church's role in faith formation in an era of overstimulation is crucial for building a contextual and contemplative model of spirituality. Contextual Christian spirituality must guide people to live consciously, be fully present before God, and remain firmly rooted in the Christian faith.AbstrakEra digital ditandai oleh deras dan masifnya arus informasi yang terus-menerus, menyebabkan manusia mengalami overstimulus sehingga memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk spiritualitas, iman dan kesehatan mental. Kekristenan menghadapi kesulitan mempertahankan kedalaman iman, karena praktik-praktik rohani yang seharusnya kontemplatif dan reflektif tergeser oleh budaya instan dan digitalisasi religius ataupun kecanduan internet maupun gadget. Spiritualitas yang dulunya dibangun dalam relasi mendalam dengan Allah kini cenderung dangkal dan rutinitas yang tidak fokus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis urgensi peran gereja dalam membentuk spiritualitas Kristen yang nyata di tengah kondisi overstimulus digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian menyimpulkan bahwa overstimulus digital berkontribusi terhadap krisis spiritual yang tidak disadari dan karenanya perlu memahami hakikat overstimulus digital dan disorientasi spiritualitas Kristen. Demikian pula dengan kesehatan mental dan spiritualitas Kristen yang berada diantara kedalaman tradisi dan tantangan konteks digital. Oleh karena itu, peran gereja dalam pembentukan iman di era overstimulus menjadi sangat penting untuk membangun model spiritualitas kontekstual dan kontemplatif. Spiritualitas Kristen yang kontekstual harus menuntun umat untuk hidup secara sadar, hadir secara utuh di hadapan Allah, serta tetap berakar kuat dalam iman Kristen.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

immanuel

Publisher

Subject

Religion Education

Description

IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen merupakan wadah publikasi hasil penelitian teologi dan pendidikan agama Kristen, dengan nomor ISSN: 2721-432X (online), ISSN: 2721-6020 (print), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara, Medan. Focus dan Scope penelitian IMMANUEL ...