Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunikasi interpersonal antara konselor dan klien di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali, khususnya di Klinik Pratama, membentuk motivasi pemulihan bagi pecandu narkoba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memiliki peran penting dalam membangun hubungan terapeutik yang efektif antara konselor dan klien selama proses rehabilitasi. Berdasarkan teori FIRO, terdapat tiga kebutuhan utama dalam hubungan interpersonal, yaitu kebutuhan untuk diterima (inclusion), kebutuhan untuk memiliki kendali (control), dan kebutuhan untuk menjalin hubungan yang hangat (affection). Ketiga kebutuhan ini menjadi dasar bagi konselor dalam merancang pendekatan komunikasi yang empatik, terbuka, dan manusiawi. Melalui pemenuhan kebutuhan tersebut, klien merasa dihargai, dipercaya, dan didukung secara emosional, sehingga muncul motivasi intrinsik untuk pulih dan berkomitmen pada proses rehabilitasi. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang berlandaskan pemenuhan kebutuhan interpersonal menurut teori FIRO berperan sebagai fondasi utama dalam membangun motivasi pemulihan yang berkelanjutan di lingkungan rehabilitasi BNN Provinsi Bali.
Copyrights © 2025