Kain endek Klungkung menghadapi tantangan ganda, mempertahankan kearifan lokal dalam proses produksinya sekaligus beradaptasi terhadap tuntutan pasar di era globalisasi. Penelitian kualitatif studi kasus deskriptif ini bertujuan menganalisis bagaimana inovasi motif dan produk endek berdifusi dan bagaimana kearifan lokal dipertahankan di tengah dinamika tersebut, menggunakan teori difusi inovasi (Everett M. Rogers). Hasil penelitian menunjukkan bahwa difusi inovasi motif kain endek terjadi secara efektif melalui saluran komunikasi digital (media sosial) dan disebarkan oleh kategori inovator dan pengadopsi awal (penjual dan perajin). Inovasi tersebut dapat diterima karena memenuhi kriteria keunggulan relatif (meningkatkan daya jual) dan kesesuaian (compatibility) yang difilter oleh kearifan lokal. Kearifan lokal bertindak sebagai penyeimbang, memastikan inovasi motif baru tidak melanggar pakem filosofis, sehingga kain endek Klungkung berhasil menjadi identitas budaya yang adaptif dan berkelanjutan di pasar global
Copyrights © 2025