Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas e-modul sebagai media pembelajaran biologi melalui kajian literatur terhadap sepuluh artikel terbitan 2019–2024. Konten e-modul yang dikaji umumnya memadukan teks, ilustrasi, animasi, video, serta latihan soal kontekstual sehingga mampu memvisualisasikan konsep biologi yang abstrak dan sulit diamati secara langsung. Berbagai model pengembangan digunakan, seperti ADDIE, 4D, Problem Based Learning (PBL), dan literasi sains, untuk memastikan penyajian materi sistematis dan relevan dengan kebutuhan belajar abad ke-21. Hasil validasi ahli materi, media, dan bahasa menunjukkan kategori sangat valid (rata-rata >90%), sementara uji kepraktisan oleh guru dan siswa menunjukkan kategori sangat praktis (umumnya >89%). Penerapan e-modul terbukti meningkatkan hasil belajar yang diukur melalui N-Gain, memperkuat keterampilan berpikir kritis, menumbuhkan motivasi, serta mendukung kemandirian belajar. Fleksibilitas akses e-modul memungkinkan penerapannya pada pembelajaran tatap muka, jarak jauh, maupun hybrid tanpa mengurangi efektivitasnya. Dengan demikian, e-modul menjadi media pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di era digital.
Copyrights © 2025