Klitih merupakan fenomena kenakalan remaja yang meresahkan karena tindakan agresif yang merusak dan menyakiti. Perilaku ini umumnya dilakukan oleh remaja usia 11–21 tahun sebagai bentuk pencarian identitas dan pengakuan sosial, sejalan dengan tugas perkembangan mereka. Temuan terbaru menunjukkan peningkatan kasus klitih seiring lonjakan penyalahgunaan narkoba dan penggunaan TikTok. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh penyalahgunaan narkoba dan adiksi TikTok terhadap agresi secara independen dan simultan. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dan analisis regresi, penelitian melibatkan 100 pelaku klitih melalui purposive sampling. Hasil menunjukkan kontribusi penyalahgunaan narkoba terhadap agresi sebesar 36,2%, adiksi TikTok 38,2%, dan kontribusi simultan sebesar 40,8%, dengan signifikansi hanya pada adiksi TikTok yang diduga karena mekanisme kedua prediktor yang memiliki kemiripan. Temuan penelitian ini menawarkan wawasan baru dalam memahami dan mencegah perilaku agresif seperti klitih.
Copyrights © 2025