Usia 0 – 5 tahun masuk dalam masa keemasan atau yang lebih dikenal dengan istilah golden age period. ditandai dengan adanya perkembangan pada psikologis, sosial dan emosional, bahasa, motorik, dan perkembangan kognitif anak. Menurut teori psikososial Erikson, anak usia 3-4 tahun masuk dalam tahap initiative versus guilt. Oleh karena itu, perlu adanya emotion coaching untuk mengembangkan emotional self-awareness, self-regulation dan empathy anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membantu mengembangkan kecerdasan emosi anak yang berfokus pada kesadaran emosi, regulasi dan empati yang muncul pada anak usia 3-4 tahun dengan menggunakan metode emotion coaching. Penelitian ini dilakukan kepada siswa/i kelas TK A Sekolah Methodist Jakarta dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif eksperimen jenis one group pre-test post test design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pada ketiga variabel sebelum dan setelah mengikuti emotion coaching. Sehingga dapat disimpulkan bahwa emotion coaching berpengaruh positif pada emotional self- awareness, self-regulation dan empathy anak di TK A Methodist Jakarta.
Copyrights © 2025