Anak tunarungu seringkali menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pendidikan yang setara di sekolah dasar. Hambatan utama adalah kekurangan sumber daya, seperti guru yang terlatih dan fasilitas yang memadai untuk mendukung kebutuhan khusus mereka. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis isi untuk memahami pola komunikasi efektif dalam rangka pengembangan keterampilan interaksi sosial bagi penyandang tunarungu di lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, menjelaskan bahwa anak-anak tunarungu menghadapi tantangan besar dalam menerima pendidikan setara di sekolah dasar, termasuk keterbatasan sumber daya, kurangnya fasilitas, dan pelatihan guru.
Copyrights © 2024