Dalam perubahan teknologi, kemampuan berpikir kritis dan penyelesaian masalah harus diprioritaskan. Namun, pembelajaran sains saat ini belum mencapai kemajuan dalam Pendidikan di Indonesia. Kesulitan siswa dalam memahami materi fisika dikarenakan pada proses pembelajaran masih banyak yang kurang, berawal dari siswa yang pasif dan kurang memperhatikan guru pada saat menyampaikan materi khususnya materi suhu dan kalor. Berdasarkan data observasi yang dilakukan di MAN 1 Serang melalui hasil wawancara guru fisika dengan pembelajaran konvensional dan bahan ajar yang digunakan dalam bentuk buku cetak saja. Sehingga ketercapaian siswa dalam kegiatan proses belajar fisika dalam materi suhu dan kalor di MAN 1 bisa dikatakan kurang. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dibutuhkannya media berbasis ASAP yang membantu siswa dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan perkembangan teknologi agar pembelajaran tidak monoton. Model penelitian yang digunakan ADDIE yaitu analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Kemudian diujikan kepada 32 siswa XI IPA MAN 1 Serang. Dengan hasil produk media berbasis ASAP dalam pembelajaran fisika sangat menarik bagi siswa dan membantu memahami visualisasi pada pemahamannya. Sehubungan dengan hasil respon penggunaan siswa terhadap media berbasis ASAP mencapai rata-rata 89%. Dengn Tingkat kelayakan berdasarkan analisis ahli sebesar 90% “sangat layak”.
Copyrights © 2024