Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan majas dalam komik "L'Aggent 212" karya Raoul Cauvin dan Daniel Kox. Analisis ini menggunakan teori Catherine Fromilhague (2010), dengan fokus pada majas-majas seperti Apokope, Prostesis, Sintaksis, Reduplikasi, Metafora, Sinekdoke, Hiperbola, dan Litotes. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif berdasarkan teori Miles dan Huberman (2014) . Populasi penelitian mencakup seluruh seri komik "L'Agent 212", dengan sampel yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan adalah analisis tekstual dan visual untuk mengukur kejadian dan fungsi majas-majas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan majas konstruksi (36.77%) adalah yang paling dominan.
Copyrights © 2024