Produktivitas nilam (Pogostemon cablin Benth) sebagai salah satu tanaman penghasil minyak atsiri dapat ditingkatkan dengan penggunaan pupuk hayati dan pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh FMA dan pupuk organik terhadap kolonisasi FMA dan kadar hara tanaman nilam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor yang diuji dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah FMA (tanpa FMA, A. tuberculata dan Glomus sp), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk organik (0, 10, dan 20 t ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. tuberculata memberikan pengaruh lebih tinggi terhadap kolpnisasi FMA, Glomus sp.memberikan pengaruh lebih besar terhadap kadar nitrogen (N) dan fosfor (P). Kedua spesies FMA tersebut memberikan pengaruh yang sama terhadap kadar kalium (K) tanaman. Peningkatan dosis pupuk organik menurunkan kolonisasi FMA namun meningkatkan kadar N, P, dan K tanaman. Kedua spesies FMA tersebut memberikan respon negatif terhadap tingginya dosis pupuk organik dalam mempengaruhi kolonisasi FMA. Aplikasi pupuk organik mengurangi pengaruh A. tuberculata terhadap kadar K tanaman, namun sebaliknya dengan Glomus sp. Hasil penelitian ini menunjukkan FMA dan pupuk organik, tanaman baik sebagai aplikasi tunggal maupun ganda, merupakan strategi untuk meningkatkan produktivitas tanaman nilam.
Copyrights © 2023