Penelitian ini membahas pemetaan partisipatif bahaya banjir di Desa Waru, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, yang bertujuan untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal masyarakat dengan teknologi geospasial guna menciptakan peta bahaya banjir yang akurat. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran, menggabungkan analisis kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, serta analisis kuantitatif dengan perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG). Penelitian ini melibatkan masyarakat lokal dalam identifikasi area rawan banjir dan validasi data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pengetahuan lokal dan teknologi geospasial berhasil menghasilkan peta dengan tingkat akurasi tinggi, mengidentifikasi wilayah dengan risiko banjir berdasarkan kedalaman dan luasan genangan. Wilayah dengan ketinggian rendah dekat aliran sungai diidentifikasi sebagai area risiko tertinggi. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan akurasi pemetaan tetapi juga kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir. Peta yang dihasilkan diharapkan dapat digunakan sebagai alat perencanaan mitigasi bencana yang efektif.
Copyrights © 2024