Artikel ini menjelaskan tentang kematangan emosi sebagai faktor penentu perilaku anti-bullying di kalangan peserta didik. Anak-anak zaman sekarang beranggapan bahwa jika mereka melakukan suatu tindakan kekerasan atau bullying maka mereka akan dianggap keren oleh teman yang lainnya dan juga mereka beranggpan jika teman-temannya akan tunduk kepada mereka. Perilaku bullying dapat memberikan dampak merugikan pada peserta didik, menciptakan perasaan tidak diinginkan dan ditolak oleh lingkungan sekitarnya. Perilaku bullying disebabkan oleh pencapaian emosi yang kurang matang. Kematangan emosi sangat penting untuk mengurangi perilaku bullying karena individu yang memiliki kematangan emosi yang baik akan merasa bangga dengan diri mereka sendiri dan dapat menghargai orang lain. Kemampuan untuk mengendalikan emosi sangat mempengaruhi proses dalam hubungan sosial sehingga kemampuan ini sangat penting untuk mengurangi bullying. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tinjauan pustaka (study literature review), informasi dan data diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, seperti artikel, jurnal, dan buku. Tulisan ini memuat pembahasan utama yang terbagi ke dalam tujuh tema besar, yaitu: definisi bullying dan kematangan emosi, faktor-faktor yang mempengaruhi bullying, dampak bullying, karakteristik kematangan emosi, faktor-faktor kematangan emosi, hubungan kematangan emosi dan perilaku anti-bullying dan kiat meningkatkan kematangan emosi.
Copyrights © 2024