Strategi kesantunan dan ketidaksantunan dalam komunikasi digital dianalisis melalui pendekatan pragmatik, dengan fokus pada pola linguistik dalam bahasa Inggris di berbagai platform. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data dari media sosial, email, dan aplikasi pesan yang dianalisis menggunakan teori kesantunan dan ketidaksantunan. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya penanda linguistik, seperti emoji dan indikator nada, serta pengaruh variasi budaya, dinamika kekuasaan, dan norma platform terhadap praktik komunikasi. Kesantunan mendukung kerja sama, sementara ketidaksantunan sering digunakan untuk konflik atau dominasi, tergantung pada konteks dan anonimitas. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman perilaku pragmatik di ruang virtual dan menawarkan wawasan untuk mendorong interaksi digital yang efektif dan hormat.
Copyrights © 2024