Penelitian ini menganalisis Legenda Gunung Tinggi Raja karya M.B. Rahimsyah, A.R melalui kajian sosiologi sastra untuk mengungkap unsur intrinsik, pandangan masyarakat Simalungun, dan nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan teknik baca-catat, melalui analisis mendalam terhadap teks legenda dan literatur terkait budaya Batak Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa legenda ini memiliki tema konflik keluarga kerajaan dan penghormatan terhadap adat, dengan penokohan yang mencerminkan hierarki sosial. Latar tempat menonjolkan keindahan alam Simalungun, disampaikan melalui sudut pandang orang ketiga serba tahu. Gaya bahasa yang sederhana namun kaya makna memperkuat amanat tentang pentingnya keadilan, kasih sayang, dan menghormati tradisi. Legenda ini juga mencerminkan pandangan masyarakat Simalungun sebagai warisan budaya yang memperkuat identitas mereka. Nilai-nilai sosial yang ditemukan meliputi kepercayaan (Trinitas), peran marga sebagai identitas, hierarki adat (tolu sahundulan lima saodoran), dan penghormatan terhadap hubungan kekerabatan. Selain itu, legenda ini juga merepresentasikan karya budaya seperti rumah adat dan tarian tradisional. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa legenda ini tidak hanya sebagai cerita rakyat tetapi juga media pelestarian budaya dan pengajaran nilai-nilai sosial bagi masyarakat Simalungun.
Copyrights © 2024