Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam pendidikan bertujuan mengajarkan siswa berpikir ilmiah untuk memahami alam dan memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan: 1) Menganalisis konsep konstruksi pengetahuan dalam pendidikan IPA, 2) Mengintegrasikan perspektif filsafat ilmu dalam pendidikan IPA, dan 3) Mengevaluasi strategi pembelajaran IPA berdasarkan filsafat ilmu. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) untuk menganalisis jurnal terkait topik selama lima tahun terakhir. Melalui pandangan Thomas Kuhn dan Karl Popper, siswa diajarkan bahwa sains adalah proses dinamis, terbuka terhadap revisi, dan kritis. Kuhn menekankan pergeseran paradigma, di mana teori lama digantikan setelah gagal menjelaskan anomali, sedangkan Popper menyoroti pentingnya pengujian dan falsifikasi. Hakikat sains mencakup epistemologi, ontologi, dan aksiologi. Pendidikan IPA mendorong siswa berpikir kritis, bersikap ilmiah, dan bertanggung jawab secara etis, dengan memahami sains sebagai proses reflektif, dinamis, dan bukan sekadar kumpulan fakta.
Copyrights © 2024