Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegagalan pragmatik dan dampaknya dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) di lingkungan kelas. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap diskusi, debat, dan interaksi antara mahasiswa dan dosen, serta wawancara semi-terstruktur untuk memahami persepsi peserta terkait kegagalan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan pragmatik yang umum terjadi meliputi transfer pragmatik dari bahasa asli, kesalahan strategi kesopanan, dan kesulitan dalam memahami humor serta ungkapan idiomatik. Selain itu, masalah dalam pengelolaan giliran berbicara sering menyebabkan miskomunikasi dalam diskusi kelompok. Studi ini juga menemukan bahwa pengajar seringkali lebih fokus pada akurasi gramatikal dibandingkan aspek pragmatik, sehingga mengabaikan peluang untuk meningkatkan kompetensi pragmatik siswa. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengajaran pragmatik dalam pembelajaran EFL untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan komunikasi yang lebih efektif.
Copyrights © 2024