Penelitian ini membahas iluminasi pada manuskrip Kanjeng Kyai Al Qur'an, sebuah mushaf Al-Qur'an kuno yang diselesaikan pada tahun 1799 di Surakarta dan kini disimpan di Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Manuskrip ini tidak hanya berfungsi sebagai teks religius, tetapi juga sebagai karya seni rupa yang mencerminkan keterampilan artistik serta spiritualitas masyarakat Yogyakarta pada abad ke-18. Iluminasi yang menghiasi manuskrip tersebut menunjukkan perpaduan antara gaya seni Islam, seperti arabesque dan motif geometris, dengan elemen-elemen tradisional Jawa yang sarat makna filosofis. Penelitian ini menyoroti konteks kesejarahan manuskrip tersebut serta implikasinya bagi pendidikan seni rupa. Dengan mempelajari iluminasi ini, para pelajar seni rupa dapat memahami bagaimana estetika, simbolisme, dan nilai-nilai spiritual diintegrasikan dalam seni tradisional. Lebih jauh, penelitian ini menunjukkan pentingnya karya seni tradisional sebagai sumber inspirasi bagi perkembangan seni kontemporer, serta mendorong pelestarian warisan budaya Yogyakarta dalam menghadapi arus globalisasi. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya kurikulum pendidikan seni rupa, terutama dalam bidang sejarah seni dan desain grafis.
Copyrights © 2025