Laporan WHO mencatat bahwa sekitar 1,25 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan di jalan raya. Di Indonesia, angka kecelakaan mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan rata-rata 20.000 korban jiwa per tahun berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Kecelakaan yang melibatkan bus menjadi salah satu jenis kecelakaan tertinggi. Faktor penyebab utama kecelakaan adalah faktor manusia (93,52%). Perilaku keselamatan mengemudi (safety driving) merupakan aspek penting yang dapat mengurangi risiko kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku keselamatan mengemudi (safety driving) pada sopir bus PO X Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross- sectional, melibatkan 62 sopir sebagai responden serta analisis data dengan uji chi- square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan safety driving kurang baik (p= 0,001) dan masa kerja baru (p= 0,001) dengan perilaku keselamatan mengemudi (safety driving) yang kurang baik. Peningkatan pengetahuan safety driving dan pengalaman kerja berperan penting dalam membentuk perilaku mengemudi yang lebih aman. Oleh karena itu, disarankan adanya pelatihan berkala bagi pengemudi guna meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip safety driving
Copyrights © 2025